Memahami Tipe Data Pada Pemrograman Arduino

 Pada pemrograman Arduino tipe data sangat penting untuk mendeklarasi sebuah variabel, hal ini disebabkan karena bahasa pemrograman Arduino berbasis bahasa pemrograman C++ yang membuat variabelnya harus dideklarasikan tipe datanya.


Tipe data adalah klasifikasi jenis data yang digunakan untuk mendeklarasikan sebuah variabel di dalam bahasa pemrograman. Khususnya pada bahasa pemrograman Arduino.
Tujuan dari mendeklarasikan variabel adalah untuk memberi tau kepada Arduino, tipe data apa yang ditampung dalam sebuah variabel. Misal :


int nilai;

Contoh di atas artinya variabel nilai hanya bisa diisi oleh angka desimal, dan tidak bisa diisi oleh huruf atau angka yang memiliki koma seperti 3,58.

Baiklah, mari memahami tipe-tipe data yang ada pada pemrograman Arduino.

Tipe Data Void

Tipe data void pada Arduino hanya digunakan untuk mendeklarasikan sebuah function dan memberitahu kepada Arduino bahwa program yang ada di dalam function tidak mengembalikan nilai apapun.

Contoh penggunaannya :

void setup();

void loop();

Tipe Data Interger


Tipe data interger di Arduino berfungsi untuk mendeklarasikan sebuah variabel memiliki tipe data berupa angka desimal.

  • Biasanya ditulis di dalam program dengan int
  • Tipe data berupa angka
  • Interger dapat menyimpan data berukuran 16 bit
  • Rentang nilai yang ditampung -32768 sampai 32767
  • Contoh penulisan :
int pinButton = 4;


Tipe Data Float


Float adalah tipe data yang dapat menampung nilai decimal, float merupakan penyimpanan yang lebih besar dari integer dan dapat menyimpan sebesar 32-bit dengan range 3.4028235E+38 sampai -3.4028235E+38.

Selain, memiliki penyimpanan lebih besar ketimbang tipe data interger, pada tipe data float juga bisa menyimpan angka desimal di belakang koma. Contoh :


float nilai = 5654.767;

Perhatikan baik-baik contoh di atas, tipe data interger tidak bisa menyimpan angka desimal setelah koma, berbeda dengan tipe data float yang bisa menyimpan angka setelah koma.

Tipe Data Char


Char adalah tipe data yang dapat menampung karakter seperti A,B,C,%,$,@ dan lainnya, Karakter-karakter tadi disimpan dalam bentuk angka. Untuk mengkonversikan dari bentuk angka menjadi karakter seperti tadi, kamu bisa menulis angka sesuai dengan tabel ASCII seperti yang ada di bawah ini :


Contoh menulis tipe data char pada di pemrograman Arduino :

 char simbol = 43;

Tipe Data String


String merupakan tipe data yang serba bisa, karena ia dapat menampung data yang bersifat alfanumerik, artinya dapat menampung angka, huruf, maupun simbol-simbol.

Sebenarnya string adalah kumpulan dari tipe data char yang dikumpulkan menjadi satu dan akhirnya bisa dibaca berupa kalimat. Berikut contoh penulisan tipe data string :

String nama = "Halo nama saya adalah data string";

Tipe Data Boolean

Boolean adalah tipe data yang hanya memiliki nilai true dan false. Nilai true dan false juga bisa ditulis dengan angka 1 untuk true dan angka 0 untuk menyatakan false.

Tipe data boolean bisa meyimpan data dengan ukuran 1 byte atau 8 bit. Berikut contoh penulisan tipe data boolean :

boolean isi = true;

Tipe Data Array


Array adalah tipe data yang berisi kumpulan nilai yang dapat dipanggil dengan index number, nilai yang terdapat dalam array dapat dipanggil dengan cara menuliskan nama array dan index number

Hal paling dasar yang harus kamu ingat adalah, index number array selalu dimulai dari angka 0, bukan angka 1. Berikut contoh penulisan tipe data array pada Arduino :

int nilai[] = {1,3,4,9,7,2}

Untuk mendeklarasikan array, harus ada tanda [ ] setelah variabel, seperti contoh di atas.


Tipe Data Byte


Byte adalah tipe data yang cukup sering digunakan pada pemrograman Arduino, tipe data ini hanya bisa menyimpan 8-bit unsigned number, dengan rentang nilai 0-255 saja.

Berikut adalah contoh penulisan tipe data byte :

byte i = 64;

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IP

Scala

Variabel Dan Tipe Data